Ichang

“I am convinced that He does not play dice”

Pendidikan sebagai Ilmu

Materi filsafat Ilmu 6

Slide 1

  • Pendidikan adalah fenomena yang fundamental atau asasi dalam hidup manusia à dimana ada kehidupan disitu pasti ada pendidikan

  • Pendidikan sebagai gejala sekaligus upaya memanusiakan manusia itu sendiri.

  • Dalam perkembangan adanya tuntutan adanya pendidikan lebih baik, teratur untuk mengembangkan potensi manusia, sehingga muncul pemikiran teoritis tentang pendidikan.

  • Pendidikan adalah upaya sadar untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki manusia, melahirkan teori-teori pendidikan (theories of education)
selengkapnya silahkan klik download

HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT DENGAN FILSAFAT PENDIDIKAN

Materi Filsafat Ilmu 5

  • Donald Butler (1957), filsafat memberikan arah & metodologi terhadap praktek pendidikan; praktek pendidikan memberikan bahan bagi pertimbangan filsafat
  • Brubacher (1950), mengemukakan 4 pandangan tentang hubungan ini :
    • Filsafat merupakan dasar utama dalam filsafat pendidikan
    • Filsafat merupakan bunga, bukan akar pendidikan
    • Filsafat pendidikan berdiri sendiri sebagai disiplin yang mungkin memberi keuntungan dari kontak dengan filsafat, tetapi kontak tersebut tidak penting
    • Filsafat dan teori pendidikan menjadi satu
  • John Dewey, filsafat dan filsafat pendidikan adalah sama, seperti pendidikan sama dengan kehidupan
Selengkapnya silahkan klik download

RESEARCH METHODOLOGY

Beberapa pengertian

Re

Re adalah kegiatan yang tidak boleh berhenti 9harus dikalukan secara terus menerus)

Search

Search adalah mencari

Research

Research adalah kegiatan mencari seraca terus menerus

Apa yang di cari?

Yang dicari adalah informasi.

Informasi

Informasi adalah data yang di proses dan punya arti

Analysis

Analysis adalah proses dari data menjadi informasi

Mengapa infrmasi di cari?

Karena informasi yang benar sekarang, belum tentu yang akan datang benar atau benar sekarang seterusnya benar (infrmasi berubah sepanjang waktu).

Research secara sederhana diartikan proses bagaimana mancari informasi.

Proses mencari informasi mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  1. logic (harus diterima akal sehat)
  2. systematic (harus ada aturannya)
  3. empiric (hasil yang akan kita peroleh akan “bunyi” bila ada fakta)

Sasaran research

Sasaran research adalah mendapatkan informasi untuk problem solving

Alat pproblem solfing adalah researh adalah teori

Teori adalah fakta-fakta yang di teliti pada masa lalu dan berlaku secara universal.

Jadi research merupakan investigasi yang dilakukan secara logic, systematic dan empire untuk mendapatkan informasi yang bertujuan untuk memecahkan masalah.

  • Jika tidak ada problem solving kita tidak usah melakukan research.
  • Problem solving adalah untuk mengisi kekosongan teori.
  • Problem solvng lebih ke penyelesaian masalah praktis (aplied research)

Dalam penelitian terjadi 2 pemecahan masalah yaitu:

  1. Applied research (masalah praktis)
  2. Achademic research (masalah akademik)

Masalah research

Masalah research adalah masalah yang mendasari mengapa penelitian tersebut dilakukan.

Informasi berisi atau bisa menjawab hal sbb:

  1. what
  2. where
  3. when
  4. how
  5. whay

thinking –> ciri-ciri ilmuan

thinking adalah berpikir, yaitu setiap orang yang peduli terhadap masalah (selalu berpikir untuk memecahkan masalah).

Thinking proses (bagaimana orang berpikir?) yaitu:

  1. jika menemukan kesulian selalu mejadi masalah.
  2. mecari alternatif cara pemecahan masalah
  3. memilih cara pemecahan masalah
  4. menguatkan fakta (cara yang dipilih harus d tes benar tidaknya)
  5. membuat kesimpulan.

Jadi dalam research kita melakuka 5 langkah di atas, sedangkan saran itu tidak termasuk dalam research tetapi termasuk dalam developmet. Thinking proses pada perinsipnya proses menarik kesimpulan. Sedangkan Thinking method (cara berpikir orang)

Ciri Teori

General statement (pernyataan umum)

Contoh: price turn, demand meningkat.

Reflektif Thinking


Deductive adalah berpikir dengan menarik kesimpulan dari umum ke khusus.

Inductive adalah berpikir dengan menarik kesimpulan dari khusus ke umum

Reflective thinking adalah menarik kesimpulan berdasarkan deduktif dan induktif.

Reflactive Thinking sering disebut dengan hipotesis testing.

Dalam penelitian ilmiah hipotesis testing adalah wajib.

Penelitian ilmiah sering disebut scientific thinking.

Sarat tesis dan desertasi adalah scientific thinking.

** maaf file ga saya upload. bagi yang butuh soft copy-nya silahkan tulis email anda di comment  :D

ORIENTASI BARU DALAM PEMBELAJARAN

Konsepsi Dasar Teori Belajar dan Pembelajaran serta keterkaitan antar keduanya.

  1. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru sebagai pengalaman individu itu sendiri.
  2. Belajar adalah aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap. (Winkel).
  3. Belajar merupakan perubahan tingkah laku yang relatif menetap, sebagai hasil pengalaman-pengalaman atau praktik. (Sdaffer).
  4. Belajar merupakan peristiwa yang terjadi secara sadar dan disengaja.
  5. Perubahan yang terjadi setelah seseorang melakukan kegiatan belajar dapat berupa keterampilan, sikap, pengertian atau pengeta huan.

Selengkapnya download di sini

METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF

Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si

Landasan Filosofis dan Teoritik Metodologi Penelitian Kualitatif

  • Adanya perbedaan penafsiran atas objek ilmu sosial pada manusia (masyarakat)
  • Kuantitatif :  memandang manusia sebagai benda, Bersumber dari wawasan filsafat positivistik (aliran positivisme) dari Auguste Comte, Emille Durkheim.
  • Kualitatif :  memandang manusia sebagai Ide, bahwa manusia terikat oleh norma / pranata sosial yang berlaku (holistik). Bersumber dari wawasan filsafat rasionalistik dan fenomenologi, dari Marx Weber.

Beberapa Istilah yang digunakan untuk Penelitian Kualitatif, yaitu penelitian atau inkuiri naturalistik atau alamiah, etnografi, interaksionis simbolik, etnometodologi, fenomenologi,studi kasus, interpretatif, ekologis, dan deskriptif (Bogdan dan Biklen, 1982).

  1. Bogdan dan Taylor (1975), metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat di amati. Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tsb secara utuh (holistik).
  2. Kirk dan Miller (1986) penelitian kualitatif sebagai: “tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada` pengamatan pada manusia, dalam kawasannya sendiri & berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya.”

Selengkapnya silahkan download di sini

Filsafat Ilmu

Mata kuliah filsafat ilmu diberikan pada program pascasarjana yang ada di UNTIRTA (Universitas Sultan ageng tirtayasa Banten) untuk memberikan dasar kepada mahasiswa dalam menempuh mata kuliah metedologi penelitian. baik metodologi penelitian kuantitatif maupun metodologi penelitian kualitatif. dan untuk mendownload materi yang diberikan Dr.Ibrahim.SH silahkan download file di bawah ini:

file berbentuk .zip,,, harap memiliki winzip ato winrar untuk membuka file ini

  1. Pertemuan pertama download
  2. pertemuan kedua download

Perempuan dalam Teosofi Ibn ‘Arabi

Oleh: Iman Fauzan

Berbicara mengenai perempuan memang manarik namun juga menyedihkan. Menarik, karena perbincangan ini berkenaan langsung dengan diri kita sebagai manusia yang secara biologis tercipta sebagai laki-laki dan perempuan. Menyedihkan, karena secara empiris-sosiologis tidak bisa dinafikan akan banyaknya ketidakadilan sosial yang terjadi terhadap gender perempuan. Dan ketidakadilan ini barang kali merupakan ketidak adilan tertua dalam sejarah manusia. Read the rest of this entry »

kebuntuan

Ciputat 15,06,06.

jln-buntuBanyak hal yang belum ku mengerti dan kupahami kuharap akan. Tapi permasalahan yang sampai saat ini paling tak kumengerti dari para mereka, ialah tak pernah perduli akan sesuatu yang tak di mengerti oleh meraka.

Sebuah realitas yang tak layak dikatakan sebagai realitas, karena realitas adalah sebuah kata yang akan membuaat aku sebagai pengucap atau kalian sebagi pendengar. memberi batasan terhadap sesuatu yang tak ku mengerti itu. Realitas selalu menjebak ku, kita atau kalian yang menggunakan dan mendengar kata itu membentuk juga berupa simbol yang tak kumengerti itu menjadi sebuah adaan yang sangat jauh dari adaan yang sebenarnya, sebuah simbol yang ku tak akan pernah merujuk kepada sesuatu yang tak kumengerti itu. Tapi permasalahanya bagaimana aku, Mengkomunikasikan sesuatu itu. Mungkinkah aku menulis kata-kata seperti ini : “oqweiuwoqtAfdjk#h@Glkjs$agvfipurhv#pkjdsnvillrvgpid”. Sebuah rangkaian simbol-simbaol yang sangat biasa aku pastikan taakan bisa dipahami oleh si pembaca. Walau bagaimanapun dan sekeras apapun aku berusaha membentuk, merumuskan, megkodekan sesuatu itu, yang ku dapatkan adalah satu hal yang taakan pernah merujuk ke sesuatu yang tak ku mengerti itu. Read the rest of this entry »

Kedunguan

Lihatlah diri mu!

Benarkah itu engkau?

Bukan yang lain?

Bisakah kau meyakinkan ku bahwa itu engkau bukan yang lain? Read the rest of this entry »

Insan Kamil ‘Abd al-Karim al-Jilli

Akar Konsep Insan Kamil al-Jilli
Konsep Insan Kamil dengan sangat jelas merupakan perpanjangan dari konstruksi pemikiran dari sebuah penghayatan, yang dikemukakan oleh para sufi cerdas. Hal ini bisa dilihat secara historis dalam literatur pemikiran Islam di sekitar awal abad ke-7 H/13 M, dengan munculnya karya agung Ibn ‘Arabi (w. 638 H/1240 M) al-Futuhat al-Makkiyah dan Fushus al-Hikam. Walaupun orang pertama yang membuka jalan bagi munculnya konsepsi manusia seutuhnya adalah Husain Ibn Mansur al-Hallaj seorang tokoh sufi Bagdad (244-309 H/858-922 M), dengan mengemukakan konsepsi nur Muhammad dan al-hulul, yaitu konsep yang mengatakan bahwa Tuhan telah memilih tubuh-tubuh orang tertentu untuk tempatnya setelah sifat-sifat kemanusiaan orang itu dihilangkan. Read the rest of this entry »